Hal yang Dilakukan Tim R&D RGE Untuk Maksimalkan Perkebunan Akasia

Pohon akasia di Belanda merupakan jenis tanaman yang tidak mudah tumbuh. Pohon akasia dapat tumbuh dan dimanfaatkan kurang lebih sekitar 25 tahun sekali. Akan tetapi hal yang berbeda berlaku di Indonesia karena di Indonesia ini pohon akasia bahkan bisa berkembang dan dimanfaatkan setiap tahun dengan pola tata cara tanam secara berkelanjutan.

Dalam memaksimalkan perkebunan akasia, APRIL memiliki sebuah tim Research and Development (R&D) yang memiliki tugas pokok dan fungsi tertentu. Ada banyak hal yang dilakukan oleh tim R&D ini untuk memaksimalkan perkebunan akasia agar hasilnya sangat sesuai dengan visi misi yang dimiliki oleh APRIL. Apa sajakah yang dilakukan tim R&D di APRIL?

Hal yang Dilakukan Tim R&D APRIL

Unit bisnis dari Royal Golden Eagle memang memiliki sebuah tim R&D. Keberadaan R&D tentunya didalam tubuh APRIL tidak pernah main – main. Royal Golden Eagle dengan serius menjadikan tim R&D sebagai departemen yang sangat penting. Hal ini juga ditunjukkan dengan pemberian fasilitas yang memadai untuk kegiatan mulai dari peralatan riset sampai dengan laboratorium.

Karena itu tidak mengherankan jika dukungan secara maksimal diberikan dalam membuat tim R&D di unit bisnis dari Royal Golden Eagle ini sering menghasilkan berbagai macam terobosan yang penting dimana hasil riset tersebut yang dijalankan bahkan punya peran yang sangat penting dalam memajukan perusahaan.

Didalam department R&D sendiri APRIL memiliki sejumlah personel yang bisa dikatakan sangat kompeten. Didalam departemen R&D sendiri, APRIL memiliki sejumlah personel yang bisa dikatakan sangat kompeten. Terdapat sekitar 160 tenaga ahli professional dimana dari jumlah tersebut 15 diantaranya menyandang gelar doktor.

Royal Golden Eagle sendiri juga memiliki nilai investasi yang besar dalam penyediaan fasilitas R&D dalam pengoperasian sebuah pusat penelitian berkualitas yang ada di pangkalan Kerinci yang mana didalamnya terdapat setidaknya tiga buah laboratorium berbeda yang semuanya memiliki andil dan kontribusi yang sangat besar kepada wawasan dan analisis untuk upaya peningkatan proses produksi. Tiga laboratorium yang dimaksud diantaranya adalah Lab Tanah, Lab Kultur Jaringan, Lab Near Infrared Reflective Analysis atau yang dikenal dengan NIRA.

Lab tanah tersebut bekerja dengan cara melakukan analisa campuran unsur hara tanah dan juga menghasilkan berbagai indikator seperti berapa banyak pupuk yang dibutuhkan. Sementara lab kultur jaringan bekerja didalam ranah cloning material genetic yang memiliki performa cukup tinggi dalam rangka upaya pengembangan produk unggulan yang dihasilkan. Sementara untuk lab NIRA memanfaatkan teknologi yang berasal dari industri nutrient yang melakukan langkah analisa dan melakukan prediksi tingkat pertumbuhan pohon dan juga kerapatan dasar serta hasil pulp dengan sangat baik. Dengan dukungan secara optimal tersebut tentu hasil dari pekerjaan R&D akan bermanfaat sangat vital bagi perusahaan anak Royal Golden Eagle ini. Salah satu contohnya adalah terdapatnya peningkatan hasil perkebunan akasia mangnium yang turut menjadi bahan baku dari pulp dan kertas.

Unit bisnis dari Royal Golden Eagle ini dalam usahanya juga menerapkan prinsip 5C yang memiliki arahan bagi seluruh perusahaan yang berada dibawah naungan Royal Golden Eagle agar berguna tak hanya bagi perusahaan itu sendiri melainkan juga bagi pihak lain yang terkait. Secara khusus juga terdapat kewajiban bagi semua unit bisnis dari grup yang pernah bernama Raja Garuda Mas ini untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan. Harapannya ke depan, tim riset R&D juga bisa bekerja jauh lebih baik dengan hasil yang semakin bisa melampaui batasan – batasan minimal yang ditetapkan.